Ikhlas ikhlas dan ikhlas.....
ikhlas sudah tersedia di dalam hati setiap manusia, tetapi perasaan ikhlas itu sering tertutup oleh nafsu, kebencian, iri, sombong, dan takabur. Meskipun ikhlas itu tidak ada ilmunya, namun ia bisa dipelajari dengan banyak latihan bersabar. Perlu banyak latihan kesabaran agar kita lebih ikhlas dalam hidup ini.
Dengan membaca elegi kita belajar untuk ikhlas dalam mempelajari sesuatu. memerlukan sebuah proses dalam menggapai pengetahuan yang tak terhingga batasnya ini. semakin kita mengerti atau memahami sesuatu semakin kita makin percaya akan kebesaran Tuhan....
Kamis, 05 Januari 2012
Rabu, 04 Januari 2012
Elegi Sang Bagawat Menggapai Kesempatan 6
Persis seperti yang dikatakan oleh ilmuwan besar Albert Einstein:IN THE MIDDLE OF DIFFICULLTY, LIES OPPORTUNITIES. Di dalam setiap kesulitan terdapat kesempatan.
Pastikan dengan segenap kreativitas, kerja keras, keuletan, dan niat baik kita ciptakan kesempatan, manfaatkan kesempatan untuk mengembangkan diri semaksimal mungkin dan memperoleh kehidupan yang lebih baik, lebih sukses, dan lebih berarti. Amin...
Pastikan dengan segenap kreativitas, kerja keras, keuletan, dan niat baik kita ciptakan kesempatan, manfaatkan kesempatan untuk mengembangkan diri semaksimal mungkin dan memperoleh kehidupan yang lebih baik, lebih sukses, dan lebih berarti. Amin...
Elegi Sang Bagawat Menggapai Kesempatan 5
Persis seperti yang dikatakan oleh ilmuwan besar Albert Einstein:IN THE MIDDLE OF DIFFICULLTY, LIES OPPORTUNITIES. Di dalam setiap kesulitan terdapat kesempatan.
Pastikan dengan segenap kreativitas, kerja keras, keuletan, dan niat baik kita ciptakan kesempatan, manfaatkan kesempatan untuk mengembangkan diri semaksimal mungkin dan memperoleh kehidupan yang lebih baik, lebih sukses, dan lebih berarti. Amin...
Pastikan dengan segenap kreativitas, kerja keras, keuletan, dan niat baik kita ciptakan kesempatan, manfaatkan kesempatan untuk mengembangkan diri semaksimal mungkin dan memperoleh kehidupan yang lebih baik, lebih sukses, dan lebih berarti. Amin...
Elegi Sang Bagawat Menggapai Kesempatan 4
Kesempatan merupakan salah satu faktor yang harus dimiliki bagi siapa saja yang mau mengembangkan diri. Tanpa kesempatan yang tersedia, tidak mungkin kita bisa sukses. Oleh sebab itu bila kesempatan belum datang, kita harus berusaha menciptakannya, bahkan di dalam kesulitan pun. Jika kita punya keuletan untuk berusaha terus menerus, suatu hari, kesempatan pasti akan datang.
Elegi Sang Bagawat Menggapai Kesempatan 3
Memang pada kondisi tertentu, kadang munculnya kesempatan itu butuh pematangan waktu. Kita perlu menunggu sesaat, tetapi bukan dengan sikap yang pasif, sebaliknya, kita menunggu kesempatan itu dengan sikap waspada, proaktif, dan penuh kesiapan.
Seperti sikap seekor kucing yang akan menangkap tikus, kucing bisa dengan sabar, waspada, penuh kesiapan menunggu kesempatan tikus keluar dari lubang persembunyiannya. Begitu tikus keluar, kucing akan segera menyergap mangsanya.
Keberhasilan kucing melumpuhkan tikus adalah serangkaian proses melakukan tiga hal yang telah disebutkan di atas, yaitu kemampuan menunggu kesempatan bukan secara pasif tetapi proaktif, penuh kesiapan. Begitu kesempatan tercipta, langsung dimanfaatkan.
Seperti sikap seekor kucing yang akan menangkap tikus, kucing bisa dengan sabar, waspada, penuh kesiapan menunggu kesempatan tikus keluar dari lubang persembunyiannya. Begitu tikus keluar, kucing akan segera menyergap mangsanya.
Keberhasilan kucing melumpuhkan tikus adalah serangkaian proses melakukan tiga hal yang telah disebutkan di atas, yaitu kemampuan menunggu kesempatan bukan secara pasif tetapi proaktif, penuh kesiapan. Begitu kesempatan tercipta, langsung dimanfaatkan.
Elegi Sang Bagawat Menggapai Kesempatan 2
Bagi orang lemah (tipe pertama), bila kesempatan belum datang, dia akan menunggu dan menunggu sampai kesempatan itu datang. Bila ditunggu kesempatan belum juga datang, dia berpikir, "Yah.... Ini memang nasibku."
Tipe kedua. Bagi orang kuat, bila kesempatan belum datang, dia akan mengunakan berbagai macam cara: kreativitas, memanfaatkan koneksi, dan segenap kemampuannya.untuk menciptakan kesempatan itu datang padanya.
Tipe ketiga. Bagi orang cerdik/bijaksana, dia akan memanfaatkan kesempatan karena dia menyadari kesempatan adalah sesuatu yang berharga. Belum tentu kesempatan itu datang untuk kedua kali!
Tipe kedua. Bagi orang kuat, bila kesempatan belum datang, dia akan mengunakan berbagai macam cara: kreativitas, memanfaatkan koneksi, dan segenap kemampuannya.untuk menciptakan kesempatan itu datang padanya.
Tipe ketiga. Bagi orang cerdik/bijaksana, dia akan memanfaatkan kesempatan karena dia menyadari kesempatan adalah sesuatu yang berharga. Belum tentu kesempatan itu datang untuk kedua kali!
Elegi Sang Bagawat Menggapai Kesempatan
Ada 3 tipe manusia, dalam melihat sebuah kesempatan. Dalam pepatahMandarin dikatakan:
Orang yang lemah, menunggu kesempatan.
Orang yang kuat, menciptakan kesempatan.
Orang yang cerdik/bijak memanfaatkan kesempatan.
Orang yang lemah, menunggu kesempatan.
Orang yang kuat, menciptakan kesempatan.
Orang yang cerdik/bijak memanfaatkan kesempatan.
Elegi Menggapai Awal dan Akhir Kedua 4
Hal ini menuntut seorang hamba agar memerhatikan keutamaan Rabbnya dalam setiap nikmat, baik berupa nikmat agama ataupun dunia, di mana sebab dan musababnya berasal dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Elegi Menggapai Awal dan Akhir Kedua 3
Makna Al Akhir adalah Dzat yang tiada sesuatu setelahNya. Nama Allah Subhanahu wa Ta’ala ini menunjukkan keabadianNya dan kekekalanNya, dan ini menunjukkan bahwa Dia merupakan tujuan dan tempat bergantung yang seluruh makhluk menuju kepadaNya dengan ibadah, harapan, rasa takut dan seluruh keperluan mereka.
Elegi Menggapai Awal dan Akhir Kedua 2
Makna Al Awwal adalah Dzat yang tiada sesuatu sebelum-Nya, sehingga nama ini menunjukkan kedahuluan Allah Ta’ala dan kedahuluan Allah Ta’ala itu bersifat mutlak bukan kedahuluan yang relatif (nisbi), Sehingga nama Allah Al Awwal menunjukkan bahwa segala sesuatu selainNya baru ada setelah sebelumnya tiada.
Elegi Menggapai Awal dan Akhir Kedua
Ada awal pasti akan ada akhir. Awal dari sesuatu adalah nol, dan akhir dari sesuatu pun adalah nol. Dari tiada, kembali kepada ketiadaan.
Semua yang berasal dari kehampaan akan kembali menuju kesunyian abadi. Segala yang berawal pasti akan berakhir. Sesuatu yang berakhir bukanlah sebuah keabadian. Keabadian tak akan pernah berakhir. Keabadian akan selalu ada, kapan pun dan di mana pun.
Keabadian adalah puncak dari segala sesuatu. Puncak dari segala yang awal dan yang akhir.
Semua yang berasal dari kehampaan akan kembali menuju kesunyian abadi. Segala yang berawal pasti akan berakhir. Sesuatu yang berakhir bukanlah sebuah keabadian. Keabadian tak akan pernah berakhir. Keabadian akan selalu ada, kapan pun dan di mana pun.
Keabadian adalah puncak dari segala sesuatu. Puncak dari segala yang awal dan yang akhir.
Elegi Perbincangan Para Sama
apa yang terlihat, terdengar, tersentuh, bahkan dirasakan sama menurut indera manusia ternyata masih ada perbedaan. terkadang apa yang dirasakan oleh manusia dengan satu dengan yang lain pun berbeda.
sehingga saat ada persamaan pada saat itu juga ada perbedaan dan saat ada perbedaan pada saat itu juga ada persamaan. walaupun dengan banyaknya perbedaan, kita masih dapat hidup bersama-sama. karena esensi dari hidup adalah saling berbagi dan saling melengkapi. maka dari itu, inilah yang disebut hidup yang menghidupkan
sehingga saat ada persamaan pada saat itu juga ada perbedaan dan saat ada perbedaan pada saat itu juga ada persamaan. walaupun dengan banyaknya perbedaan, kita masih dapat hidup bersama-sama. karena esensi dari hidup adalah saling berbagi dan saling melengkapi. maka dari itu, inilah yang disebut hidup yang menghidupkan
Elegi Perbincangan Para Tepat
dari sini saya belajar bahwa ketepatan bersifat relatif. dan itu hanya ada di pikiran masing-masing individu. karena setiap manusia mempunyai pemikiran dan perasaan yang berbeda sehingga apa yang dilihat dan dirasakannya akan ada berbeda-beda pula.
yang sebenar-benarnya tepat dan absolut adalah milik Allah, karena apa yang ada dan yang mungkin ada adalah milik Nya dan akan kembali ke pangkuan Nya
yang sebenar-benarnya tepat dan absolut adalah milik Allah, karena apa yang ada dan yang mungkin ada adalah milik Nya dan akan kembali ke pangkuan Nya
Elegi Konferensi Para Beda part 2
Perbedaan merupakan sebuah dinamika yang wajar dan normal dalam sebuah kehidupan. Ia akan selalu mengiringi setiap fase perjalanan sebuah kehidupan. kita hidup disini, bukan tanpa perbedaan, justru kita berasal dari berbagai macam perbedaan, latar belakang yang beda, pola kehidupan dan cara bekerja, hingga ternyata pola pemikiran kita pun ternyata memiliki bermacam sudut pandang yang beda pula. Namun sekali lagi, itu merupakan hal yang lumrah, karena celah-celah perbedaan akan selalu saja muncul.
Elegi Konferensi Para Beda
Perbedaan adalah sumber kekayaan dalam kehidupan berjamaah (organisasi). Mereka yang tidak bisa menikmati perbedaan itu dengan cara yang benar akan kehilangan banyak sumber kekayaan. Dalam ketidaksetujuan itu sebuah rahasia kepribadian akan tampak ke permukaan. Dan ternyata, memang benar adanya, karena perbedaan adalah sebuah keniscayaan yang akan hadir dalam setiap fase kehidupan kita.
Elegi Konferensi Para Keliru part 3
Dari kekeliruan-kekeliruan yang telah kita buat, tentu saja kita akan semakin berkembang dan bijak. Kekeliruan-kekeliruan, dalam hubungannya dengan keberanian mengambil resiko, merupakan sesuatu yang krusial untuk sebuah kesuksesan. Hal yang terpenting adalah melihat kekeliruan sebagai batu loncatan untuk mencapai sesuatu yang lebih tinggi dan kehidupan yang lebih baik.
Elegi Konferensi Para Keliru part 2
Jika kita menjalani hidup dengan ketakutan untuk melakukan kekeliruan, maka kita akan menghabiskan hidup dengan tidak melakukan apa-apa. Bukan masalah jika kita melakukan kekeliruan, karena sekali lagi itu adalah bagian penting dari hidup agar kita terus maju. Semakin banyak tanggung jawab yang kita pikul, kemungkinan kita melakukan kekeliruan pun semakin sering.
Elegi Konferensi Para Keliru
Tidak ada orang yang suka berbuat kekeliruan. Namun jika kita ingin melewati hidup dengan lebih baik, maka tidak ada jaminan bagi kita untuk tidak melakukan kekeliruan. Jika kita dapat belajar dari kekeliruan dengan tepat, maka kita akan mendapatkan bahan bakar baru untuk maju kedepan.
Kita harus menyadari bahwa kekeliruan adalah bagian yang penting dalam pengembangan diri. Jangan termenung terus dengan rasa bersalah dan penyesalan, tetapi mempelajari pelajari bagaimana kita dapat belajar dari kekeliruan-kekeliruan tersebut.
Kita harus menyadari bahwa kekeliruan adalah bagian yang penting dalam pengembangan diri. Jangan termenung terus dengan rasa bersalah dan penyesalan, tetapi mempelajari pelajari bagaimana kita dapat belajar dari kekeliruan-kekeliruan tersebut.
Elegi Menggapai Reduksi part 3
Kebiasaan kita berpikir dengan logika, mengakibatkan dalam menginginkan sesuatu pun biasanya kita lebih bisa percaya semua bekerja sesuai batas logika kita. Akhirnya meskipun kita fokus pada keinginan kita, karena secara tidak sadar kita membatasi kejadiannya sesuai logika kita dan bukan ajaib sim salabim dalam sekejap, maka keyakinan kita pun bisa mewujud tetapi tetap dalam kerangka logika kita.
Elegi Menggapai Reduksi part2
Di zaman modern karena orang semakin tahu ilmunya, tidak perlu betapa pun asalkan bisa memfokuskan pikiran dan keinginan, maka hal-hal ajaib pun bisa diwujudkan. Ada beberapa orang yang secara bawaan memang gampang untuk memfokuskan pikiran dan keyakinan, bahkan tanpa mereka sendiri sadari bahwa mereka telah fokus. Sehingga ada orang-orang yang dengan mudah melakukan hal-hal luar biasa yang sulit atau bahkan tidak mungkin dilakukan orang lain karena secara bawaan dia dibekali kemampuan untuk fokus dengan keinginannya, dan kecerdasan untuk menerima daya kerja bawah sadar yang kadang tanpa mereka sadari. Ada juga sebagian orang yang perlu pelatihan untuk bisa mengerti dan mempraktekkan ilmu fokus itu.
Langganan:
Postingan (Atom)