Minggu, 01 Januari 2012

Elegi Bagawat Selatan Mengaji Jalaliyyah dan Jamaliyyah Wujud Allah


Secara fitrah manusia memiliki naluri kepercayaan kepada Tuhan yang menjadi causa prima di semesta alam ini.  Kendati kepercayaan yang dimiliki manusia tersebut tidak selalu diiringi dengan ketaatan kepada fitrahnya, namun sampai dengan zaman millennium ke-3 ini Tuhan ternyata masih menunjukkan ke-Maha-annya di atas eksistensi kemampuan seluruh makhluknya.

Referensi tentang Matematika yang Kontradiktif

Matematika menjadi suatu pokok soal yang dipertimbangkan secara cermat dan dengan penuh perhatian. Pemikiran filsafati juga bersifat reflektif dalam arti menengok diri sendiri untuk memahami bekerjanya budi itu sendiri. Ciri reflektif yang demikian itu ditekankan oleh filsuf Inggris R.G. Collingwood yang menyatakan ”philosophy is reflektive. The philosophizing mind never simply thinks also about any object, thinks also about its own thought about that object.” (filsafat bersifat relektif tidaklah semata-mata berpikir tentang suatu obyek; sambil berpikir tentang sesuatu obyek,budi itu senantiasa berpikir juga tentang pemikirannya sendiri mengenai obyek itu). Jadi budi manusia yang diarahkan untuk menelaah obyek-obyek tertentu sehingga melahirkan matematika kemudian juga memantul berpikir tentang matematika sehingga menumbuhkan filsafat matematik agar memperoleh pemahaman  apa dan bagaimana sesungguhnya matematika itu

metafisika filsafat part 3

dengan demikian filsafat dibutuhkan manusia dalam upaya menjawab pertanyaan-pertanyaan yang timbul dalam berbagai lapangan kehidupan manusia. jawaban itu merupakan hasil pemikiran yang sistematis, integral, menyeluruh dan mendasar. jawaban seperti itu juga digunakan untuk mengatasi masalah-masalah yang menyangkut berbagai bidang kehidupan manusia, termasuk bidang pendidikan.

metafisika filsafat part 2

menurut Jalaluddin dan Usman Said dalam bukunya Filsafat Pendidikan Islam, jawaban yang dimaksud merupakan suatu hasil pemikiran yang sistematis, menyeluruh, dan mendasar. jawaban seperti ini juga digunakan dalam memecahkan  persoalan-persoalan yang berhubungan  dengan berbagai aspek kehidupan manusia, termasuk aspek pendidikan.

metafisika filsafat

dalam kehidupan modern ini, filsafat bisa diartikan sebagai ilmu yang berupaya memahami semua hal yang muncul di dalam keseluruhan ruang lingkup pandangan dan pengalaman umat manusia. dengan kata lain, berfilsafat adalah salah satu upaya untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang timbul dalam berbagai bidang kehidupan manusia.

Sekolah Bertaraf Internasional: sebuah epistemology part 2

sedikit menambahkan, bahwa sekolah bertaraf internasional seharusnya juga harus berlandaskan prinsip tentang Ketuhanan ataupun spiritual. karena segala usaha apapun jika tidak berlandaskan Ketuhanan maka tidak akan memunculkan ruh yang sebenarnya. seperti manusia, bahwa sekolah harus mempunyai rambu-rambu yang berlandaskan Ketuhanan sehingga dalam segala pelaksanaanya dapat memberikan hal yang positif.

Sekolah Bertaraf Internasional: sebuah epistemology

untuk menuju sekolah bertara internasional haruslah memandang sesuatu dari berbagai sudut. baik itu segi positif negatif, maupun baik buruknya sekaligus juga dengan kontradiksinya. hal ini juga haruslah dipandang dari segi ruang dan waktunya.
dari poin-poin di atas terlihat jelas bahwa ternyata luas sekali pemahannya, tinggal bagaimana kita mengidentifikasi maupun menerjemahkan poin-poin di atas. walaupun kelihatannya hanya terbatas tetapi apabila kita melihat lebih jauh makan akan sangat luas maknanya dalam hal ini adalah sekolah bertaraf internasional. semoga dengan ini, sekolah bertaraf internasional bukan hanya sekedar nama tetapi juga harus berjiwa dan spirit internasional. Amin..