Hakekat, banyak orang sangat berkepentingan dengan kata yang satu ini. Di Perguruan tinggi hampir semua dosen dan mahasiswa berhadapan dengan istilah hakekat. Namun tidak semua mahasiswa dan dosen memahami pengertian “hakekat” dengan baik. Kata yang satu ini sangat gampang diucapkan dan sangat enak didengar. Namun penggunaannya sering tidak cocok dengan yang seharusnya (makna yang dikandungnya).
Menurut Jalius HR, hakekat adalah apa yang membuat sesuatu terwujud. Hakekat selalu ada dalam keadaan sifatnya tidak berubah-ubah. Tanpa faktor utama tersebut sesuatu tidak akan bermakna sebagai wujud yang kita maksudkan. Karena hakekat merupakan faktor utama yang wajib ada, maka esensinya itu tidak dapat dipungkiri atau dinafikan. Keberadaannya (eksistensinya) di setiap tempat dan waktu tidak berubah.
Hakekat merupakan inti pokok dari sesuatu, dengan hakekat itulah sesuatu bereksistensi. Hakekat atau esensi mengacu kepada hal-hal yang lebih permanen yang tidak terpengaruh oleh situasi dan kondisi.
Dengan demikian, untuk lebih memahami suatu hakekat dibutuhkan kesadaran dan keikhlasan dalam mempelajarinya sehingga kita mendapatkan pemahaman yang lebih terhadap hakekat itu sendiri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar