Pikiran yang jernih dan akal budi yang bijak menimbulkan hati nurani yang murni.
Banyak keputusan dan tindakan fatal terjadi karena pikiran yang kacau dan kalut. Banyak kekeliruan terlanjur dilakukan karena kita sulit berpikir jernih, tidak bisa lagi menggunakan akal sehat yang logis dan rasional.
Pada saat demikian, kita sulit membuat keputusan yang bijak, sulit melakukan hal-hal positif dalam diri kita. Sulit untuk mengembangkan bakat dan kapasitas secara maksimal. Pikiran yang kacau dapat memadamkan semua ide, kreativitas dan potensi.
Sebuah studi terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal Psychology Science menemukan bahwa ketika diingatkan akan agama dan Tuhan, orang-orang beragama merasa stress mereka berkurang setelah berbuat kesalahan.
Oleh karena itu, semakin dekatlah kita kepada Allah yang Maha segalanya agar hati dan pikiran kita selalu terjaga.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar